Pelatihan Analis Kebijakan
Materi pelatihan:
No |
Unit Materi / Modul Pelatihan |
Deskripsi Kompetensi |
Waktu (JP) |
1 |
Pengantar Analisis Kebijakan Publik |
Memahami konsep dasar kebijakan publik, siklus kebijakan, dan peran analis kebijakan. |
2 JP |
2 |
Perumusan Proposal Kajian Kebijakan |
Menyusun latar belakang, tujuan, pertanyaan kebijakan, metodologi, dan rencana kerja penelitian kebijakan. |
4 JP |
3 |
Pelaksanaan Kajian / Penelitian Kebijakan |
Mampu mengumpulkan data, melakukan analisis kebijakan berbasis bukti (evidence-based), dan memilih alat analisis yang sesuai (analisis konten, SWOT, CBA, PESTEL, dsb). |
4 JP |
4 |
Penyusunan Laporan Hasil Kajian |
Mampu menyusun laporan sistematis yang mencakup hasil analisis, rekomendasi kebijakan, dan argumentasi berbasis data. |
4 JP |
5 |
Penyusunan Policy Brief dan Naskah Publikasi |
Menyusun dokumen ringkas dan informatif yang ditujukan kepada pembuat keputusan; menyusun artikel analisis kebijakan untuk publikasi internal/eksternal. |
4 JP |
6 |
Teknik Diseminasi dan Advokasi Kebijakan |
Menguasai teknik presentasi, komunikasi visual, diskusi panel, media engagement, dan strategi menyampaikan hasil kajian secara efektif. |
4 JP |
7 |
Simulasi Penulisan & Diseminasi (Praktik Langsung) |
Latihan menyusun policy brief dan mempresentasikannya di forum simulasi kebijakan. |
6 JP |
TOTAL |
28 JP |
PENILAIAN & SERTIFIKASI
Metode Penilaian:
- Ujian Tulis (Pilihan Ganda dan Esai)
- Praktik: Penyusunan policy brief dan presentasi hasil kajian
Instrumen Sertifikasi: Mengacu pada unit kompetensi dalam SKKNI dan skema sertifikasi analis kebijakan Level 5 dari LSP yang relevan
Kelulusan: Sertifikat kompetensi Analis Kebijakan Level 5 diterbitkan oleh LSP bidang kebijakan publik yang terakreditasi.
Metode Pelatihan
Pelatihan dirancang berbasis pembelajaran aktif dan aplikatif, dengan memadukan pendekatan berikut:
1. Ceramah Interaktif (Interactive Lecture)
Digunakan untuk menyampaikan konsep, teori, dan kerangka kerja kebijakan publik. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak berdiskusi secara aktif untuk mempertajam pemahaman.
Digunakan untuk: Pengantar analisis kebijakan, metodologi kajian, struktur policy brief.
2. Studi Kasus (Case Study)
Peserta akan menganalisis studi kasus nyata dari kebijakan yang telah atau sedang berlangsung di Indonesia. Ini membantu peserta mengidentifikasi masalah, aktor, pilihan kebijakan, dan dampaknya.
Digunakan untuk: Modul pelaksanaan kajian dan penyusunan laporan kebijakan.
3. Simulasi / Role Play
Melibatkan peserta dalam simulasi proses perumusan kebijakan, seperti FGD, presentasi hasil kajian ke pemangku kepentingan, atau diskusi tim penyusun policy brief.
Digunakan untuk: Modul teknik diseminasi, advokasi, dan presentasi kebijakan.
4. Penugasan Portofolio dan Presentasi (Portfolio-Based Learning)
Selama pelatihan, peserta mengerjakan tugas yang akan menjadi portofolio kompetensinya (proposal, laporan kajian, policy brief). Di akhir pelatihan, peserta mempresentasikan hasilnya di hadapan asesor/instruktur.
5. Coaching dan Umpan Balik (Mentoring & Feedback Session)
Setiap peserta akan mendapatkan bimbingan dari fasilitator saat menyusun dokumen kebijakan. Sesi ini penting untuk memperkuat kualitas teknis dan penyajian logika kebijakan.